Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2025

ZERO TOLERANCE TERHADAP BULLYING: TANGGUNG JAWAB MORAL DAN STRUKTURAL LEMBAGA PENDIDIKAN

         Lembaga pendidikan merupakan tempat aman anak-anak, remaja, dan dewasa untuk menimba ilmu pengetahuan, berinteraksi, meningkatkan kreativitas menyelesaikan konflik, dan memahami keragaman manusia. Namun berbeda dengan realitanya, bayang-bayang perundungan (bullying) muncul sebagai noda gelap yang merusak fondasi moral dan psikologis dari seluruh ekosistem pendidikan. Bullying bukan sekadar kenakalan semata melainkan ia juga cerminan adanya krisis etika, krisis empati, dan kegagalan dalam penerapan nilai-nilai sosial masyarakat.         Perundungan (bullying) mencakup berbagai bentuk yakni berupa lisan seseorang, perilaku diskriminasi, pengucilan, maupun yang lebih parah lagi dengan menggunakan kekerasan fisik. Perundungan (bullying) ini tidak memandang batas usia dan batas ruang ataupun waktu, dengan maraknya teknologi masa kini, perundungan (bullying) dapat menyerang korban secara langsung maupun melalui media digital. Segala bentuk...

Cerpen: "Cahaya Lentera di Bawah Hujan"

Prolog “Derasnya hujan membasahi bumi sejak senja hingga malam hari, membawa ketenangan yang tak dapat dipungkiri oleh semua orang. Kala itu, Aiss duduk dibalik jendelanya memandangi butiran-butiran air berlomba-lomba turun di kaca jendelanya. Wajahnya tenang, namun matanya menyimpan sejuta pertanyaan, keinginan, dan kerinduan yang tak terbalaskan. Setiap gemuruh petir mengingatkannya pada suara yang dulu pernah menggetarkan hatinya, suara yang pernah meredamkan gelora api di hatinya, hingga perlahan satu demi satu cerita teringat kembali momen dan kenangan-kenangan bahagianya tentang pertemuan hangat yang mampu mengubah hidupnya dan perpisahan yang menyisakan ruang kosong di hatinya, sampai detik ini”.  Bagian I: Kilau Mentari Terselip Ketika Mendung Aiss adalah seorang perempuan muda yang tumbuh dalam keluarga yang penuh tekanan, aturan, dan tuntutan yang tinggi. Sejak kecil, ia selalu dibanding-bandingkan, dibeda-bedakan, tak pernah dianggap ada, bahkan tak pernah diberi kesempa...

Ruang Kita: Dariku Tiga Tahun Lalu

Di dalam lubuk hatiku,   tersembunyi sebuah ruang,   yang pernah kau huni dengan tenang,   bukan dengan janji yang terucap,   bukan dengan harapan yang melambung,   melainkan dengan tatap dan diam,   yang tak pernah saling menghakimi. Kala itu aku datang padamu,   bukan sebagai sosok yang sempurna,   hanya sebagai luka yang merindu pangkuan,   dan kau… adalah jeda,   di tengah kerasnya hidup yang menuntutku untuk kuat. Kita hanya dua orang asing,,   namun dunia tiba-tiba terasa utuh dan damai,   ketika aku duduk di sampingmu,   menyebut namamu,   dan percaya bahwa mungkin…   aku layak untuk dicintai dan menemani. Namun waktu selalu berputar, ia tak selalu berpihak,   dunia ini juga punya aturan,   meski tak sejalan dan menyakitkan. Kau pergi dari duniaku,   dengan suara-suara yang tak aku inginkan,  ...