Postingan

ZERO TOLERANCE TERHADAP BULLYING: TANGGUNG JAWAB MORAL DAN STRUKTURAL LEMBAGA PENDIDIKAN

         Lembaga pendidikan merupakan tempat aman anak-anak, remaja, dan dewasa untuk menimba ilmu pengetahuan, berinteraksi, meningkatkan kreativitas menyelesaikan konflik, dan memahami keragaman manusia. Namun berbeda dengan realitanya, bayang-bayang perundungan (bullying) muncul sebagai noda gelap yang merusak fondasi moral dan psikologis dari seluruh ekosistem pendidikan. Bullying bukan sekadar kenakalan semata melainkan ia juga cerminan adanya krisis etika, krisis empati, dan kegagalan dalam penerapan nilai-nilai sosial masyarakat.         Perundungan (bullying) mencakup berbagai bentuk yakni berupa lisan seseorang, perilaku diskriminasi, pengucilan, maupun yang lebih parah lagi dengan menggunakan kekerasan fisik. Perundungan (bullying) ini tidak memandang batas usia dan batas ruang ataupun waktu, dengan maraknya teknologi masa kini, perundungan (bullying) dapat menyerang korban secara langsung maupun melalui media digital. Segala bentuk...

Cerpen: "Cahaya Lentera di Bawah Hujan"

Prolog “Derasnya hujan membasahi bumi sejak senja hingga malam hari, membawa ketenangan yang tak dapat dipungkiri oleh semua orang. Kala itu, Aiss duduk dibalik jendelanya memandangi butiran-butiran air berlomba-lomba turun di kaca jendelanya. Wajahnya tenang, namun matanya menyimpan sejuta pertanyaan, keinginan, dan kerinduan yang tak terbalaskan. Setiap gemuruh petir mengingatkannya pada suara yang dulu pernah menggetarkan hatinya, suara yang pernah meredamkan gelora api di hatinya, hingga perlahan satu demi satu cerita teringat kembali momen dan kenangan-kenangan bahagianya tentang pertemuan hangat yang mampu mengubah hidupnya dan perpisahan yang menyisakan ruang kosong di hatinya, sampai detik ini”.  Bagian I: Kilau Mentari Terselip Ketika Mendung Aiss adalah seorang perempuan muda yang tumbuh dalam keluarga yang penuh tekanan, aturan, dan tuntutan yang tinggi. Sejak kecil, ia selalu dibanding-bandingkan, dibeda-bedakan, tak pernah dianggap ada, bahkan tak pernah diberi kesempa...

Ruang Kita: Dariku Tiga Tahun Lalu

Di dalam lubuk hatiku,   tersembunyi sebuah ruang,   yang pernah kau huni dengan tenang,   bukan dengan janji yang terucap,   bukan dengan harapan yang melambung,   melainkan dengan tatap dan diam,   yang tak pernah saling menghakimi. Kala itu aku datang padamu,   bukan sebagai sosok yang sempurna,   hanya sebagai luka yang merindu pangkuan,   dan kau… adalah jeda,   di tengah kerasnya hidup yang menuntutku untuk kuat. Kita hanya dua orang asing,,   namun dunia tiba-tiba terasa utuh dan damai,   ketika aku duduk di sampingmu,   menyebut namamu,   dan percaya bahwa mungkin…   aku layak untuk dicintai dan menemani. Namun waktu selalu berputar, ia tak selalu berpihak,   dunia ini juga punya aturan,   meski tak sejalan dan menyakitkan. Kau pergi dari duniaku,   dengan suara-suara yang tak aku inginkan,  ...

journal n article

konsep pendidikan menurut An Nahlawi perbedaan pendapat antara muhamadiyah dengan pemerintah

Konsep Pemikiran Kalam Kontemporer Ismail Faruqi dan Hasan Hanafi

Pengertian Kalam Kontemporer Kalam kontemporer merupakan gabungan dari pemikiran ilmu kalam klasik (Khawarij, Murji'ah, Jabariyah, dll) dengan pemikiran ilmu kalam modern (Muhammad Iqbal, Muhammad Abduh, dll). Munculnya ilmu Kalam kontemporer dilatarbelakangi oleh kemunduran yang terjadi pada masa Muhammad Abduh sehingga ilmu kalam bertujuan untuk memotivasi dan merubah kembali pola pikir umat Islam.  Tokoh-tokoh Kalam Kontemporer dan Pemikirannya 1. Ismail Faruqi  Ismail Razi Al Faruqi merupakan seorang muslim dari Palestina. Al Faruqi dikenal sebagai orang yang memiliki perjalanan hidup yang cukup menantang dan dinamis. Sejak kecil al faruqi telah mendapatkan sentuhan pendidikan Islam dari ayahnya yang merupakan seorang qadhi  terkemuka di Palestina. Pemikiran Ismail Faruqi Ismail Faruqi memberikan konsep baru terhadap pendidikan Islam karena menurutnya konsep pendidikan yang digunakan pada saat itu belum menerapkan konsep awal yaitu Tauhid atau sikap pengesahan terhada...

Konsep pemikiran Ilmu Kalam Modern Muhamad Iqbal dan Muhamad Abduh

Pengertian Kalam Modern  Ilmu kalam modern merupakan suatu ilmu yang membahas konsep ilahiyah atau tentang Tauhid dan ketuhanan, dengan menggunakan rasio pemikiran yang sesuai dengan perkembangan zaman. Tokoh Ilmu Kalam Modern dan Pemikirannya 1. Muhammad Iqbal  Muhammad Iqbal merupak seorang Muslim yang berasal dari Sialkot yang terletak diantara perbatasan Punjab Barat dan Kashmir. Muhammad Iqbal merupak seorang yang tekun dalam belajar, terdapat banyak riwayat belajarnya hingga beliau juga telah menerbitkan beberapa buku dan karyanya.  Pemikiran Muhammad Iqbal  • Muhammad Iqbal memiliki cita-cita untuk merubah pola pikir umat Islam yang statis supaya kembali lagi menjadi Islam yang dinamis, mengakui adanya pergerakan ataupun perubahan dalam kehidupan manusia dengan menggunakan konsep  khudi.  • Menambah kesadaran manusia agar dapat menerjemah, menafsirkan, dan mendeskripsikan Al-Qur'an secara global sehingga dapat diterapkan dan memotivasi kehidupan manu...

Aliran Maturidiyah

Pengertian Maturidiyah Aliran Maturidiyah diambil dari nama sebuah tokoh besar yang membela keyakinan ahli hadits, yakni Abu Mansur Muhammad ibn Muhammad ibn Mahmud al-Hanafi al-Maturidi al-Samarqandi. Dalam fiqh al-Maturidi menganut madzab Hanafi dan beliau juga termasuk ulama Hanafiyah yang andil dalam bidang fikih Islam dengan karya-karyanya yang otoritatif.  Pokok Ajaran Aliran Maturidiyah Pemikiran Maturidi banyak dipengaruhi oleh paham Abu Hanifah yang mengedepankan rasio dalam pemahaman agama, teori Maturidi juga termasuk dalam teori ahlusunah wal jama'ah (berpegang teguh dengan Sunnah Nabi SAW dan para sahabat). Pokok pemikiran al-Maturidi yaitu: • Akal dan Wahyu : dimana al-Maturidi mencoba menjadikan suatu kesatuan dengan cara memadukan antara tradisi dengan akal karena menurutnya tradisi dan akal merupakan suatu hal yang saling melengkapi. Pokok pikiran al-Maturidi dalam rasio akal dan Wahyu difokuskan terhadap beberapa persoalan, yaitu:  - kemampuan akal untuk meng...